Terdakwa Pembawa Sajam & Senpi Perkara Lahan Tebu Lakukan Pembelaan Pada Sidang

Signal, Indramayu – Pengadilan Negeri Indramayu kembali menggelar sidang lanjutan terhadap ke tujuh terdakwa dalam perkara berdarah lahan tebu PG jatitujuh, Senin(10/01/2022) dengan agenda pembelaan dari penasehat hukum (Pledoi).

Salah satu penasehat hukum terdakwa, Ruslandi S.H meminta kepada Majelis Hakim untuk memberikan hukuman seringan – ringannya terhadap terdakwa atas apa yang terjadi di lahan tebu PG Jatitujuh tempo lalu.

“Dalam pembelaan ini saya selaku penasehat hukum terdakwa meminta kepada Majelis Hakim untuk membebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan, apabila Majelis Hakim mempunyai pendapat lain saya meminta untuk menjatuhkan hukuman yang seringan-ringannya,” katanya.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh ke 7 terdakwa dalam peristiwa berdarah itu bukan niat mereka, namun karena hasutan oleh orang lain.

“Pada hari ini masuk kepada pembelaan terhadap para terdakwa (Pledoi), karna saat pemeriksaan saksi dan bukti-bukti yang ada memang itu semua dilakukan secara spontan aja,” ujar Ruslandi.

Sementara itu, Ka Humas Pengadilan Negeri kelas 1B Fatchu Rachman S.H M.H mengungkapkan, karena setelah pada pembacaan pledoi, pihak penasehat hukum tetap pada pembelaannya & Jaksa Penuntut Umum (JPU) tetap pada tuntutannya maka hasil akhir adalah putusan.

“Dalam persidangan setelah pledoi ini maka hasil akhinya adalah putusan yang di agedakan pada tanggal 20 Januari 2022 mendatang,” ungkapnya.

Dikatakan Fatchu, jika kedepannya ada pihak yang tidak setuju dengan putusan, mereka punya hak yang sama untuk mengajukan banding.

Ia juga berharap agar sidang ini dapat mengungkap kebenaran kondisi keamanaan yang jelas, sehingga Indramayu bisa kembali kondusif. (Red)

Comments
Loading...