Lesbumi Indramayu Hidupkan Kembali Pujian Kuno Macapat

Signal, Indramayu – Pujian kuno macapat adalah tembang atau puisi tradisional jawa yang kini sudah jarang diketahui, khususnya oleh generasi muda.

Hal itulah yang mendasari Lembaga Seniman Budayawan Muslimim Indonesia (Lesbumi) Kabupaten Indramayu, untuk menghidupkan kembali pujian kuno macapat dengan melakukan sosialisasi & membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin belajar kesenian tembang tradisi jawa itu.

Ketua Lesbumi Kabupaten Indramayu, Hidayatullah mengatakan, tidak ada syarat khusus untuk menjadi peserta.

“Tidak hanya orang-orang yang bergelut di wilayah kesenian saja, pesertanya bebas. Kita menghadirkan tutor memang bidangnya di pujian kuno atau macapat,” kata pria yang akrab disapa Dayat Pituduh itu, saat diwawancara di salah satu Cafe di Indramayu.

Lebih lanjut, Dayat menyinggung perihal pujian-pujian baru yang sekarang bermunculan dan lebih digandrungi oleh kalangan muda saat ini, seperti lantunan lagu dari Nisa Sabyan. Sehingga pujian kuno hanya diketahui oleh orang-orang tua saja.

“Padahal pujian kuno berangkat dari tradisi juga adat masyarakat sebenarnya. Cuma, sudah tidak diminati lagi ketika muncul pujian-pujian baru & hanya sebatas orang tua saja yang tahu,” ucapnya.

Dayat juga mengaku telah bergerak mensosialisasikan pujian kuno di tiap Majelis Wakil Cabang (MWC), pengurus Nahdlatul Ulama (NU) tingkat Kecamatan di Kabupaten Indramayu.

“Kami sudah melakukan sosialisasi di beberapa Kecamatan. Diantaranya, Sukra, Losarang, Cikedung, Kedokan Gabus, Patrol, dan Bongas. Karna ini memang program dari Lesbumi,” tutur Dayat.

Ia berharap dari sosialisasi tersebut, Lesbumi memiliki bibit yang konsen di wilayah macapat (pujian kuno). Agar semakin banyak diminati.

Sehubungan dengan itu, Lesbumi pun tergerak untuk merevitalisasi atau menghidupkan kembali kesenian dan kebudayaan Indramayu. (TM)

Comments
Loading...