Peringati Hari Santri Nasional ke-VI, Pemuda & Santri Desa Sendang Adakan Nobar

INDRAMAYU, SIGNAL – Peringati Hari Santri Nasional ke-VI, pemuda dan santri desa Sendang adakan Nonton Bersama (Nobar) film Sang Kyai. Mengangkat tema, “Jaga Diri dan Negeri.” Bertempat di Teras Baca Anak Zelantir Kinangin (Anzelin), desa Sendang, Kec. Karangampel, Kab. Indramayu, pada hari Kamis, 21 Oktober 2021.

Kegiatan ini dihadiri oleh para penggerak dari Ansor dan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kecamatan Karangampel beserta masyarakat setempat.

Acara ini dimulai dengan pembukaan oleh moderator dan dilanjutkan dengan mengulas film oleh Imam Syahroni (Ansor) dan Muhammad Taufiq (ISNU). Kemudian lanjut menonton film Sang Kyai.

Mustaqim (38) penyelenggara acara menyampaikan maksud dari pemutaran ini bahwa santri tidak hanya bisa tahlil dan marhabanan saja. Tetapi, mereka juga turut berjuang untuk kemerdekakan bangsa Indonesia.

“Jadi dengan menonton film Sang Kyai ini mengulas sejarah bagaimana peran santri dan kyai di masa lalu dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Karena yang kita pahami selama ini santri dan kyai hanya bisa tahlil dan marhabanan saja,” kata Mustaqim.

Adapun metode yang digunakannya, Mustaqim mengatakan bahwa acara nonton bareng ini seperti metode pagelaran wayang yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga.

“Kita seperti kembali ke masa Sunan Kalijaga, dengan metode pagelaran wayang. Karena masyarakat kita itu lebih menerima sesuatu dengan menonton daripada mendengar,” ujar Mustaqim.

Terkait tema yang diangkat, yaitu “Jaga Diri dan Negeri” Mustaqim menjelaskan bahwa itu berarti menjaga warisan nenek moyang bangsa Indonesia.

“Jadi, maksudnya adalah agar para santri dan bangsa kita semua berkewajiban untuk menjaga diri dan negeri. Artinya menjaga perilaku, akhlak dan sopan santun kita, itu harus dijaga. Itulah pribadi bangsa Indonesia yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita (para pejuang) yang harus dijaga,” katanya.

Sementara itu, Nabhani (24) penduduk setempat mengatakan bahwa acara ini menarik dan kreatif serta bisa menambah wawasan bagi anak-anak yang belum tahu.

“Asyik sih bisa ngumpul bareng-bareng nonton. Menarik, kreatif mau mengadakan kegiatan ini. Supaya bisa memberi wawasan untuk anak-anak yang belum tahu perjuangan seorang santri dan kyai,” ujar Nabhani.

Ia juga berharap agar bisa ada kegiatan seperti ini lagi. Karena mengasyikkan, dikala pandemi ini bisa mengumpulkan masyarakat sekitar dengan menonton bersama. (TM)

Comments
Loading...