Komunitas Literasi Hidupkan Minat Baca di Indramayu

Signal, Indramayu – Forum Pembaca Indramayu mengadakan kegiatan Camp Literasi. Dengan tema “Menghidupkan Literasi di Hari Jadi: Potret Penggiat Indramayu.” Dihadiri oleh Rama Prambudhi Dikimara dari Dewantara Institute dan 35 komunitas literasi yang ada di Indramayu. Bertempat di Pantai Tambak, kecamatan Indramayu, kabupaten Indramayu. Pada hari Sabtu, 9 Oktober 2021.

Acara ini dibuka pada pukul 19.30 WIB, kemudian masuk ke sesi pertama yang membicarakan tentang literasi. Pada sesi ini Rama Prambudhi Dikimara, seorang aktivis literasi kenamaan menjadi pembicara kegiatan ini.

Suryana (27) selaku penyelenggara Camp Literasi mengatakan bahwa tema yang di angkat ini bermaksud untuk membicarakan realitas komunitas yang ada di Indramayu.

“Membicarakan realitas komunitas-komunitas yang ada di Indramayu seperti apa? Jadi dikumpulkan pada hari ini komunitas-komunitas yang ada di Indramayu. Untuk membicarakan setelah pandemi itu mereka punya keluhan, di sini disampaikan,” ujar Suryana.

Ia juga menyinggung rangkaian acara Hari Jadi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Bahwa dalam rangkaian acara itu tidak ada kegiatan yang bertemakan literasi.

“Ada Hari Jadi, kemudian di rangkaian Hari Jadi itu tidak ada satu pun kegiatan yang bertemakan literasi dari Pemda. Maka dari itu kita muncul gitu,” ungkap Suryana.

Mengingat bahwa tingkat literasi di Indramayu masih rendah. Hal ini bisa dilihat dari Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM). Oleh karena itu, Suryana dan teman-teman berkumpul untuk membicarakan agenda ke depan setelah vakum di masa pandemi.

Adapun cara untuk menghidupkan minat baca, Suryana berupaya menumbuhkan komunitas-komumitas literasi. Karena komunitas itu dianggap sebagai bibit untuk menghidupkan minat baca di Indramayu.

“Kita menumbuhkan ya itu tadi. Komunitas-komunitas literasi yang sudah jalan itu kan bibit. Nah mereka yang nanti akan, setelah kita satukan. Nanti mereka yang akan nanti mereka yang memahami teknis di lapangan,” pungkas Suryana.

Risma Dewi Yanti (21) salah satu peserta dari Aliansi Pelajar dan Mahasiswa (APM) desa Tambak. Suatu komunitas yang baru berdiri kurang lebih tiga bulan dan bergerak di bawah Karang Taruna. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini seru karena bisa mengumpulkan banyak orang.

“Kegiatan ini luar biasa seru sih kalau kata aku ya. Terus juga bisa ngumpulin banyak orang kayak gini,” kata Risma.

Ia pun berharap setelah terselenggaranya kegiatan ini, akan ada acara yang serupa. Mengumpulkan massa, saling ketemu. Karena selama pandemi selalu di rumah saja, tidak ada kegiatan. Oleh karena itu, kegiatan ini dianggap Risma sebagai obat dari pandemi. (MT)

Comments
Loading...