SMPN 2 Karangampel Gelar Sosialisasi Pembelajaran Tatap Muka

SIGNAL, INDRAMAYU – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Karangampel gelar sosialisasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dimasa pandemi Covid-19 kepada para siswa, wali murid, guru dan komite sekolah pada hari Sabtu 28 Agustus 2021.

Disampaikan Kepala Sekolah SMPN 2 Karangampel, H. Narkiyah, sosialisasi tersebut menjadi syarat berlakunya kegiatan PTM. Oleh karena itu kepala sekolah meminta izin kepada bapak/ibu wali murid untuk mengikuti program vaksinasi.

“Kita melakukan sosialisasi vaksinasi kepada orang tua (wali murid). Sebagai persyaratan tatap muka yang tentukan sebanyak 50 persen,” katanya.

Mengenai perizinan PTM, sudah ditempuh SMPN 2 Karangampel sampai di tingkat Satgas Kecamatan dan sebelumnya juga telah disetujui oleh pihak Puskesmas untuk melakukan kegiatan tatap muka.

“Kemarin sudah ditandatangani oleh pihak Puskesmas, sudah disetujui untuk melakukan pembelajaran tatap muka,” tuturnya.

Walaupun sudah disetujui untuk melakukan PTM, namun SMPN 2 Karangampel belum mendapatkan jadwal melakukan vaksinasi dari Puskesmas.

“Karena memang dari Puskesmas pun belum ngasih jadwal kapan akan divaksin. Cuman, sekarang ini kami tempuh surat izin dari orang tuanya” pungkasnya.

Kepala sekolah juga berharap, Pembelajaran Tatap Muka ini berjalan dengan lancar, kemudian pandemi segera berlalu sehingga bisa kembali normal, dan tidak ada hal-hal yang menghambat dalam pembelajaran kedepannya.

Sementara itu, beberapa wali murid SMP N 2 Karangampel ini turut menanggapi kegiatan PTM dan program vaksinasi.

Suradi (42) salah satu wali murid siswa kelas VII sangat mendukung langkah yang ditempuh SMPN 2 Karangampel untuk melakukan PTM.

“Cukup memuaskan. Ya normallah, saya juga mengizinkan (vaksin).” ucap Suradi

Hal yang berbeda disampaikan oleh Narsun (48) salah satu wali murid kelas VII yang merupakan warga Desa Sendang, dirinya memilih tidak mengizinkan anaknya divaksin. Terkecuali untuk persyaratan kerja.

“Kalau saya mengikuti pendapat teman-teman. Tapi kalau saya mah tidak mengizinkan terkecuali untuk syarat kerja,” ujarnya.

Namun, Narsun pun memberikan alasan lain terkait tidak diizinkannya anaknya untuk divaksin karena alasan kesehatan.

“Cuman satu, untuk saat-saat ini anak saya keadaannya lagi tidak fit. Kalau malam batuk terus. Jadi untuk saat ini saya belum mengizinkan. Tapi kalau suatu saat nanti ya beda lagi,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu siswa kelas IX bernama Dwi Sri turut menyambut baik terkait PTM yang akan dilaksanakan.

“Yaa seru sih, bisa ketemu sama teman-teman dan bisa belajar bareng lagi,” katanya.

Terkait vaksinasi, dirinya sangat ingin divaksin namun tidak diizinkan oleh orang tuanya dengan alasan khawatir terjadi sesuatu karena belum diperiksa kesehatannya.

“Pengen, tapi tidak diizinkan oleh orang tua. Takut ada penyakit bawaan (karena belum diperiksa),” pungkasnya.
(Muhammad Taufiq)

Comments
Loading...