Kisah Sebuah Kedai Kopi, Bertahan Dimasa Pandemi

Signal, Indramayu – Ditengah masa pandemi seperti sekarang ini, tidak sedikit pemilik toko, restauran, rumah makan, kios, warung, kedai, kafe dan pedagang kaki lima merasakan tercekik lantaran kebijakan pembatasan-pembatasan dari pemerintah untuk menekan mata rantai Covid-19.

Namun begitu, Kedai Kopilink yang berada di Desa Eretan Wetan Kecamatan Kandanghaur Indramayu, tetap bertahan dengan mengedepankan konsep “take away” sesuai aturan pemerintah, sehingga roda perekonomian masih dapat dipertahankan.

Ukasyah (sapa Uka), pemilik kedai Kopilink menyebutkan, take away cukup efektif dilakukan karena bisa menarik pelanggan yang masih enggan untuk nongkrong.

Walaupun kurangnya layanan pesan antar makanan online seperti GoFood dan GrabFood,tak membuat Kopilink surut asa, Uka sebagai pemilik kedai berinisiatif menyediakan layanan antar sendiri.

“Bertahan di masa pandemi, cukup terbantu dengan itu (take away). Kita kan di desa, belum ada Grab/Gojek akhirnya inisiatif delivery sendiri, sekarang masih bisa jaga proses,” ungkapnya ketika dikunjungi, senin, (19/7/2021).

Ia juga menambahkan, Kadang ada beberapa orang yang belum mau atau malu berangkat ke kedai sehingga tak sedikit yang memilih jasa take away.

“Kalau (pelanggan) yang nongkrong dikit bisa kebantu sama yang take away.” terangnya.

Kopilink adalah rumah di mana Uka mempersilakan pelanggannya seperti tamu.

Uka resmi membuka kedai Kopilink pada 17 Maret 2020, bertepatan dengan hari lahirnya, di desa Eretan Wetan, Kandanghaur.

“Saya ingin antara kedai dan saya tumbuh bersama, sekarang udah mempekerjakan temen (sebagai barista). Walau belum bisa disebut membuat lapangan kerja, cuma kita udah (mencoba) menerapkan itu,” ungkap Uka.

Di kedai Kopilink, Rifaldi (19), sebagai pelanggan, merasa dirinya lebih senang menikmati kopi di kedai milik Uka dengan alasan nyaman.

“Menurut kita pribadi sih lebih nyaman di tempat sendiri, lebih friendly. Sederhana tapi nyaman,” terangnya.

Uka berpesan agar jangan sungkan untuk membuka komunikasi dengan barista saat sedang nongkrong di kedai.

“Kalau misal ada temen yang mau belajar kopi, jangan malu nanya ke barista tentang kopi atau sejarah kopi, karena emang kami menerima itu,” pungkasnya. (Red)

Comments
Loading...