BPKN RI: Perintah Presiden Jokowi, Lindungi Masyarakat Jangan Sampai Kelaparan

Signal, Jakarta – Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menko Maritim dan Investasi untuk memastikan tidak ada rakyat yang kelaparan di tengah pandemic saat ini. Merespon hal tersebut, Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan melakukan koordinasi cepat bersama Kementerian dan Lembaga terkait.

Presiden  menginstruksikan pemberian beras gratis kemasan 5 kg dan 10 kg serta bantuan obat-obatan gratis kepada masyarakat yang sedang isolasi mandiri akibat terpapar virus covid-19 baik yang bergejala maupun OTG (orang tanpa gejala) pada periode PPKM darurat Jawa-Bali.

Sebanyak 300.000 paket bantuan untuk pulau Jawa-Bali, dan berikutnya
300.000 paket bantuan untuk luar Jawa dengan rincian: Paket 1, berisi vitamin-vitamin untuk warga dengan PCR positif tanpa gejala atau OTG. Paket 2, berisi vitamin dan obat untuk warga dengan PCR positif disertai keluhan panas dan kehilangan penciuman.

Ketua Badan Konsumen Nasional (BPKN), Rizal E Halim menuturkan, paket bantuan tersebut membutuhkan konsultasi dan resep dokter atau keterangan dokter puskesmas. Kemudian Paket 3, berisi vitamin dan obat untuk warga dengan PCR positif disertai keluhan panas dan batuk kering. Paket ini juga membutuhkan konsultasi dan resep dari dokter.

Selanjutnya, Rizal E Halim mengatakan, bahwa bantuan obat-obatan gratis bagi masyarakat isoman dan beras gratis merupakan komitmen Pemerintah untuk meredam penyebaran virus covid-19 dan dampak dari pandemic yang menyebabkan masyarakat sulit untuk beraktivitas. Sehingga pemberlakukan PPKM darurat untuk Jawa-Bali diharapkan dapat menekan laju penyebaran virus covid-19.

Rizal menjelaskan, Menko Marves dalam beberapa hari ini terus melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait dalam proses penyaluran obat-obatan untuk masyarakat isoman dan beras gratis melalui program keluarga harapan.

“Selain itu Pemerintah juga tengah menyiapkan Rumah Sakit Lapangan yang tersebar di beberapa titik baik di Jawa maupun luar Jawa yang diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat saat ini,”

Menurutnya, bahwasanya langkah untuk penanganan pandemic covid-19 dengan sense of emergency ini harus dilakukan bersama-sama. Masyarakat juga diminta untuk tetap disiplin dengan protocol kesehatan, tidak berkerumun, tidak melakukan perjalanan-perjalanan yang tidak perlu, dan tentunya tetap mengkonsumsi nutrisi yang cukup. Kerjasama dan bahu membahu antar berbagai pihak dan pemangku kepentingan harus dilakukan agar kita bisa melewati situasi ini dengan risiko yang minimum.

“Pandemi ini merupakan musuh bersama kita, sehingga sangat diperlukan dukungan dan kerjasama dari berbagai elemen masyarakat sehingga berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah membuahkan hasil yang maksimal,” tutur Rizal.

“Selain respon cepat diatas untuk menekan laju penyebaran virus covid-19, Pemerintah
juga untuk jangka menengah menggiatkan sejumlah bantuan-bantuan sosial bagi
masyarakat penerima manfaat,” tambahnya

Beberapa bantuan tersebut antara lain: Program Keluarga Harapan (PKH) yang ditargetkan mencapai 10 juta Keluarga
Penerima Manfaat (KPM). Alokasi 2021 adalah Rp 28,31 triliun, sementara realisasi
baru mencapai Rp 13,96 triliun. Kartu sembako untuk 18,8 juta KPM dengan nilai Rp 200 ribu per bulan.

Pemerintah telah mengalokasikan Rp 42,37 triliun. Namun hingga Juni baru terealisasi sebesar Rp 17,75 triliun untuk 15,9 juta KPM. Bansos tunai (BST) diperpanjang hingga Agustus dengan target 10 juta KPM. Nilai yang diberikan Rp 300 ribu per KPM per bulan. Penerima akan langsung mendapatkan jatah 2 bulan yaitu Rp 600.000. Kemudian BLT desa yang ditargetkan mencapai 8 juta KPM dengan besaran nilai manfaat Rp 300 ribu per KPM per bulan.

Kemudian, pendataan calon penerima BLT Desa dilakukan oleh Kepala Desa atau Tim Relawan Desa dengan mempertimbangkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kemensos.

Rizal meminta, seluruh lapisan masyarakat agar tetap memperhatikan berbagai  himbauan Pemerintah dan terus berkoordinasi secara bersama khususnya di lingkungan terkecil masing-masing.

Hal yang paling realisitis dilakukan adalah mengingatkan lingkungan terkecil seperti keluarga, dan sanak saudara agar tetap menjaga kedispilinan prokes dan segera melaporkan kepetugas terdekat jika ada hal-hal yang dipandang perlu seperti masyarakat yang terpapar, kebutuhan oksigen, dan sebagainya.
(Red)

Comments
Loading...