PSI Jabar Apresiasi Kang Emil Alihkan 11 Anggaran Infrastruktur Untuk Penanganan Covid-19

Signal, Indramayu – Saat ini banyak pasien Covid-19 terpaksa harus melakukan isolasi mandiri karena banyak Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Unit Perawatan Intensif (ICU) rumah sakit yang penuh. Situasi yang memprihatinkan ini tentunya jangan sampai membuat warga Jawa Barat (Jabar) terabaikan haknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Karena itu Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Barat mengapresiasi langkah Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, untuk menghentikan atau menunda 11 proyek infrastruktur 2021 senilai 140 Milyar dan mengalihkan dananya untuk pembelian obat-obatan dan suplemen pasien Covid yang sedang isolasi mandiri dan mengalami kesulitan ekonomi, Jumat (9/7/2021).

“Langkah ini patut ditiru dan disinergiskan oleh pemerintahan Kabupaten/Kota di Jawa Barat, apalagi saat ini terdapat 15 Kabupaten/Kota di Jawa Barat kategori zona merah, yaitu Kota Bandung, Kota Depok, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Tasikmalaya, Kota Sukabumi, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Garut, Cirebon, Kuningan, Majalengka, Indramayu dan Karawang,” Tutur Furqan Amini Ketua DPW PSI Jabar.

Ia melanjutkan, pada momentum Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dilaksanakan pada 3-20 Juli 2021 ini, harus betul-betul dimaksimalkan untuk menekan laju kurva kasus Covid-19.

“Kita ketahui Jum’at sore, 8 Juli 2021, di dashboard Pikobar Provinsi Jawa Barat tercatat penambahan 7.772 kasus. Secara keseluruhan terkonfirmasi 432.978 kasus covid-19 di Jawa Barat. Populasi kasus yang cukup besar untuk sebuah provinsi, 17,63 % dari total populasi kasus di Indonesia sebesar 2.379.397,” terang Furqan.

Selanjutnya, DPW PSI Jabar menginstruksikan kepada kader-kadernya yang ada di legislatif Kota Bandung dan Kota Depok untuk mengawal anggaran penanganan Covid-19 secara ketat dan memonitor implementasinya di lapangan dengan melakukan ronda solidaritas ke beberapa rumah sakit guna meninjau pelayanan kesehatan.

“Di Kota Bandung, 3 hari terakhir Aleg PSI meninjau beberapa rumah sakit diantaranya RSUD Kota Bandung, Al Islam, Edelweiss, RSKIA, Imanuel, Advent, Boromeus, Rotinsulu, Santo Yusuf, Melinda dan rumah sakit Kebon Jati,” ucapnya.

Berdasarkan tinjauan Aleg PSI di beberapa rumah sakit di Kota Bandung, ketersediaan oksigen dan obat-obatan menjadi poin yang krusial, bahkan sempat di rumah sakit tertentu mengalami kekosongan stok oksigen. Kemudian, ditemukan juga rumah sakit yang terpaksa membatasi penerimaan rawat inap. Namun bersyukur beberapa rumah sakit sudah mendapatkan bantuan oksigen dari Pemerintah Provinsi.
(Red)

Comments
Loading...