Garda NKRI Maluku Gelar Dialog Publik Bahas PI 10 Persen Blok Masela

Signal, Ambon – Dewan Pengurus Daerah Garda NKRI Maluku menggelar dialog publik untuk membahas PI 10 Persen, bagi 11 Kabupaten Kota di Maluku yang bertempat di Baileo Cafe, pada Selasa (15/06/2021).

Dialog publik dengan tema “Dampak Kebijakan Pembagian PI 10 persen Blok Masela antara Kabupaten Kota di Maluku” dipandu oleh moderator Bakri Tambipessy dan peserta yang mengikuti dari perwakilan mahasiswa dan beberapa OKP-se Kota Ambon.

Dalam sambutan, ketua DPD Garda NKRI Maluku, Sugiarto Solissa menyampaikan, tugas Pemerintah Provinsi Maluku adalah bekerja memaksimalkan Blok Masela untuk kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah tugasnya sejahterakan masyarakat dengan mengelolah blok masela, dan kita sebagai pemuda harus objektif dan rasional dalam melihat setiap persoalan di Maluku, terutama yang asas manfaatnya untuk kesejahteraan orang Maluku secara kolektif,” ucap Sugiarto.

Sementara itu, Akademisi Abraham Tulalessy, juga turut memberikan pemaparan dan mengajak kepada anak muda maluku untuk berani tampil serta menunjukkan diri kepada dunia bahwa Maluku itu kaya dan terkaya.

“Sebagai Kapitan (Pimpinan Maluku) Muda, jangan pernah takut jika Kapitan berani menerobos, maka Kapitan muda yang hadir disini semua juga harus berani tampil melihat Maluku lebih baik, dan menunjukan kepada Indonesia bahkan Dunia bahwa orang Maluku itu kaya dan terkaya”.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas ESDM Maluku, Fauzan Khatib, pada kesempatan itu turut serta berbicara, dirinya menyampaikan bahwa skema 3:3:3:1 yang dipakai Pemprov dalam menyoroti pembagian jatah PI 10 persen sampai hari ini belum final, hanya masih bersifat wacana dan kami sebagai pemerintah masih mengkaji hal ini sebaik-baiknya dengan melihat berdasarkan regulasi.

Adapun narasumber yang hadir dalam acara tersebut, yaitu Kepala Dinas ESDM Maluku, Fauzan Khatib, kemudian dari Anggota Legislatif Provinsi Maluku, Wahid Laitupa, dari Akademisi Unpatti adalah Bram Tulalessy, dan Perwakilan Kadin Provinsi Maluku, Asiz Tunny.
(Redaksi)

Comments
Loading...