H-1 Menjelang Idulfitri 1442 H, Penyapu Jembatan Sewo: Sepi Pemudik

SIGNAL,INDRAMAYU – H-1 menjelang hari raya Idulfitri 1442 Hijriah, Penyapu koin (uang) di jembatan Sewo, Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu, sepi kunjungan pemudik, Rabu (12/5/2021).

Sapu koin (uang) di jembatan Sewo telah menjadi tradisi warga sekitar Desa Sewoharjo. Yang sebagian warganya menjadikan tradisi tersebut sebagai mata pencaharian hidup untuk memenuhi kebutuhan dapur.

Namun, penghasilan mereka semenjak pandemi Covid-19 menurun drastis terlebih saat Pemerintah meniadakan mudik Hari Raya Idulfitri 1442 H, guna mengendalikan penyebaran Covid-19.

Salah satu penyapu jembatan Sewo, Taryan, selama pandemi Covid-19 semenjak tahun 2020 hingga saat ini ia bersama rekan-rekan penyapu koin lainnya mengalami penurunan penghasilan, dikarenakan jarang ada pemudik yang melalui jembatan Sewo semenjak pandemi Covid-19 berlangsung.

“Sebelum pandemi Covid-19 biasanya menjelang Hari Raya Idulfitri, ketika menyapu koin seharian bisa mendapatkan uang sekitar 500 ribu rupiah perharinya,” ungkap Taryan.

Sedangkan saat ini, Taryan bersama rekan-rekan penyapu koin lainnya dalam sehari semalam hanya mendapatkan penghasilan 50 ribu rupiah.

“Saya inginnya jembatan Sewo kembali seperti dahulu di mana pemudik dibebaskan dan tidak ada Corona,” harap Taryan.

Diketahui ada sekitar 100 – 1000 orang penyapu koin di sepanjang jalan jembatan Sewo, ramainya penyapu koin biasanya terjadi ketika menjelang hari raya Idulfitri dan momentum hari-hari libur lainnya.

Jembatan Sewo Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu sepi lalu-lalang pemudik dari luar kota.

Tak jauh dari lokasi jembatan Sewo ditemui Pos Cek Poin Sewoharjo yang sedang melakukan penyekatan jalan kepada para pemudik di perbatasan wilayah Subang – Indramayu.

Saat dikonfirmasi kepada Perwira Pengendali dua Cek Poin Sewoharjo, Iptu Masri, turut membenarkan apa yang telah disampaikan oleh Taryan bahwasanya sudah dua kali ramadan pemudik yang berlalu-lalang di pantura perbatasan Subang – Indramayu mengalami penurunan.

“Semenjak Covid-19 berlangsung dari ramadan tahun 2020 sudah terjadi penurunan pemudik dikarenakan diberlakukannya PSBB. Dan saat ini pun sama pemudik yang melintasi jalur Pantura khususnya di wilayah Sewoharjo belum ada kenaikkan disebabkan ada beberapa titik jalan yang telah dilakukan penyekatan, guna mengendalikan penyebaran Covid-19,” Kata Masri.

Masri pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak pergi mudik dimasa pandemi seperti saat ini, untuk membantu Pemerintah dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.
(TH)

Comments
Loading...