BPKN-RI Imbau Masyarakat Bijak dalam Menyambut Idul Fitri 1442

SIGNAL,INDRAMAYU – Hari Raya Idul Fitri menjadi momen penting bagi umat muslim. Namun menjelang atau selama Ramadhan dan Idul Fitri, permintaan barang cenderung meningkat. Biasanya hal itu diikuti munculnya permasalahan yang merugikan konsumen.

Di Indonesia sendiri,Hari Raya Idul Fitri
identik dengan tradisi berbelanja berbagai kebutuhan seperti makanan, pakaian, hingga barang elektronik dan juga tidak ketinggalan mudik ke kampung halaman.

Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN-RI) mengimbau agar masyarakat dapat beradaptasi dalam budaya perilaku baru menjelang Idul Fitri, seperti budaya belanja khususnya pada masa pandemi Covid-19.

Menurut Ketua BPKN-RI, Rizal E. Halim saat konferensi pers di akun resmi YouTube dan Facebook BPKN-RI, dirinya menyatakan selama masa Covid-19 berlangsung banyak masyarakat beralih pada pembelian secara online atau melalui e-commerce guna meminimalisir penyebaran Covid-19, Jum’at (7/5/2021).

Saat itu, Rizal pun turut menanggapi kejadian kerumunan yang pada beberapa waktu lalu di Pasar Tanah Abang, menurutnya kejadian tersebut merupakan peringatan keras bagi kita semua untuk betul-betul mengawasi penerapan protokol kesehatan, agar tidak terjadi “tsunami” Covid di Indonesia sebagaimana yang terjadi di india akan terjadi juga di Indonesia. Karena pasar merupakan salah satu lokasi potensial yang dapat menyebarkan virus Covid-19.

“Baik pihak Satgas daerah, aparat penegak hukum, serta pengelola pasar perlu menjaga agar protokol kesehatan di pasar berjalan dengan kondusif dan tingkatkan pengawasan terutama menjelang Idul Fitri,’’ imbaunya.

BPKN-RI melihat, permasalahan perlindungan konsumen selama atau menjelang Ramadhan dan Idul Fitri cenderung meningkat, seperti kasus kejadian penggunaan alat rapid test antigen bekas (daur ulang) pada Bandara Internasional Kualanamu dan mafia karantina di Bandara Soekarno Hatta.

“Masyarakat harus lebih hati-hati mencermati ketika melakukan test Covid-19 pada fasilitas kesehatan, kalau tidak yakin masyarakat dapat menghubungi otoritas setempat seperti satgas Covid-19, puskesmas maupun dinas kesehatan,” Ujar Rizal.

Telah diketahui bersama, budaya mudik lebaran sudah menjadi tradisi dan melekat pada masyarakat Indonesia, namun untuk mudik pada tahun ini Rizal menyarankan untuk dilakukan secara virtual saja.

Berdasarkan Surat Edaran No. 13 Tahun 2021 Satgas Covid-19 tentang peniadaan mudik hari raya Idul Fitri tahun 1442H dan upaya pengendalian penyebaran covid-19 selama bulan suci Ramadhan 1442H, adaptasi budaya mudik yang baru ini perlu dilakukan karna hal tersebut merupakan cara bijaksana untuk lindungi keluarga, pada masa pandemi Covid-19, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro ini merupakan upaya bersama agar penyebaran virus Covid-19 dapat di minimalisir.

BPKN-RI juga mendukung Pemerintah terkait larangan halal bi halal yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 800/2784/SJ yang dikeluarkan tanggal 4 Mei 2021 oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang Pejabat/ASN di daerah untuk tidak melakukan open house/halal bi halal dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 H/tahun 2021.

“Larangan ini diterbitkan karena mencermati terjadinya peningkatan kasus penularan Covid-19 khusus pada perayaan Idul Fitri tahun lalu dan pasca libur Natal/Tahun Baru 2021,” jelas Rizal.

Akhir kata, dimasa pandemi Covid-19 ini, Rizal juga turut menyampaikan kepada masyarakat untuk lebih cermat lagi khususnya pada budaya mengirim parcel kepada sanak keluarga.

Yaitu, sebelum melakukan transaksi konsumen telah memastikan pembelian di tempat yang memang sudah terjamin kualitas dan mutu barangnya. Dan juga para pelaku usaha yang melakukan usaha dibidang ini harus memperhatikan aspek-aspek higienitas dari sisi kedaluwarsa maupun kontaminasi lainnya.
(TH)

Comments
Loading...